Cara-cara memangkas pohon yang salah

Tuesday, February 10, 2009


gambar dari alternate

Materi diterjemahkan dari USDA Forest Service
Topping dan tipping (memotong habis dan memotong) adalah cara memangkas pohon yang salah dan membahayakan bagi pohon. Topping, yaitu memangkas bagian atas pohon biasanya dilakukan untuk memendekkan pohon (gambar A).
Tipping adalah memotong cabang lateral diantara nodul untuk mengurangi kelebaran mahkota(gambar B). Kedua perlakuan ini menghasilkan jumlah tunas epikormik yang banyak atau bahkan bisa mematikan cabang hingga ke cabang lateral dibawahnya. Tunas epikormik tidak menempel dengan baik ke batang dan juga biasanya tumbuh pada batang yang membusuk.



Cara memotong yang tidak betul juga bisa mengakibatkan robek kulit kayu (gambar C)
Memotong berlebihan (D) bisa mengganggu jaringan batang dan menghasilkan busukan.
Potongan kutung (stub cuts, gambar E) memperlama penutupan luka dan bisa menyediakan tempat bagi jamur yang akan membunuh kambium atau mencegah pembentukan kayu luka (woundwood)

Read more...

Hal menarik tentang pohon...

Thursday, February 5, 2009

gambar dari magthepig

diterjemahkan dari hariyalithane

• Pohon menjaga suplai udara tetap segar dengan menyerap karbondioksida dan memproduksi oksigen
• Dalam satu tahun satu acre pohon bisa menyerap karbon sebanyak yang diproduksi oleh sebuah mobil yang berkendara sebanyak 8700 mil
• Pohon memberikan keteduhan dan naungan, mengurangi biaya tahunan mesin pemanas dan pendingin sebanyak 2.1 juta dolar
• Pohon menurunkan temperature udara dengan mengembunkan air dari daun
• Rata-rata pohon di area metropolitan hanya bertahan hidup selama 8 tahun!
• Sebuah pohon tidak mencapai puncak penyimpanan karbonnya setidaknya sampai berumur 10 tahun
• Pohon mengurangi polusi suara dengan berfungsi sebagai penahan suara
• Akar pohon menstabilkan tanah dan mencegah erosi
• Pohon memperbaiki kualitas air dengan memperlambat dan menyaring air hujan begitu juga melindungi air tanah dan lumbung air
• Pohon memberi perlindungan dari hujan deras, hujan salju dan hujan es selain juga mengurangi limpasan air hujan dan kemungkinan banjir
• Pohon menyediakan makanan dan naungan untuk kehidupan liar
• Pohon yang ditanam sepanjang jalan bisa mengontrol silau dan pantulan
• Kematian dari pohon berumur 70 tahun akan mengembalikan lebih dari 3 ton karbon ke atmosfir

Read more...

3 Tipe Pemangkasan

Wednesday, February 4, 2009

gambar dari jadefriday

Artikel ini bersumber dari USDA forest service

Seperti telah dibahas dalam post sebelum ini, tujuan dari pemangkasan ada tiga:



Tipe pemangkasan yang paling umum adalah:

1. Penipisan mahkota

adalah penghilangan secara selektif percabangan untuk meningkatkan penetrasi cahaya dan pergerakan udara pada mahkota pohon. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau mengembangkan bentuk dan struktur pohon.

Dahan yang akan dibuang berwarna biru. Potongan pangkas harus dibuat pada garis merah. Jangan lebih dari 1/4 dahan hidup dibuang pada satu waktu pemangkasan

Untuk menghindari stress dan mencegah produksi tunas epikormik yang berlebihan, jangan memangkas lebih dari 1/4 mahkota pada satu waktu. Jika dibutuhkan untuk memangkas lebih banyak, sebaiknya dilakukan enam bulan lagi.

2. Menaikkan mahkota

warna biru untuk cabang yang akan dibuang. Potongan dilakukan pada garis merah. Rasio mahkota hidup dari tinggi pohon total setidaknya 2/3 nya

Menaikkan mahkota adalah menghilangkan cabang bawah mahkota pohon agar tercipta ruang bagi pejalan kaki, mobil, bangunan, dataran atau untuk membentuk batang yang bersih untuk produksi kayu.

Setelah pemangkasan, rasio dari mahkota terhadap tinggi pohon total harus lah sekitar 2/3 (contoh pohon setingi 12 meter seharusnya mempunyai cabang terbawah pada ketinggian 8 meter).

3. Pengurangan mahkota
Warna biru untuk dahan yang akan dibuang. potongan dilakukan pada garis merah. untuk mencegah cabang mati, potongan harus dibuat di ranting lateral yang ukurannnya setidaknya 1/3 dari cabang utama yang menempelnya.

Pengurangan mahkota adalah yang paling sering dilakukan ketika pohon menjadi terlalu besar daripada ruang yang tersedia. Metoda ini kadang disebut drop crotch pruning. Dipilih daripada cara topping (potong/bantai) karena menghasilkan penampakan yang lebih natural, memperjarang jadwal pemangkasan kemudian dan mengurangi stress

Metode terakhir ini kadang menghasilkan luka pangkas yang besar pada batang utama yang bisa mengakibatkan busuk. Metoda ini jangan dilakukan pada pohon dengan bentuk tumbuh pyramidal. Solusi jangka panjang yang lebih baik adalah menebang pohon dan menggantinya dengan pohon yang tidak akan tumbuh melebihi ruang yang tersedia.

Read more...

Mengapa pohon perlu dipangkas

Tuesday, February 3, 2009

gambar dari heimatiater

Pernah bertanya-tanya kenapa kalau kita melihat filem-filem barat, di taman nya pohon-pohon terlihat cantik dengan batang yang tegak dan seragam? Jawabannya: Karena pohon-pohon itu dirawat dengan dipangkas (pruning).

Pemangkasan dilakukan agar pohon:
1. lebih kuat
2. sehat
3. cantik dan menarik.
Tentu saja memangkasnya harus benar. Dengan memahami bagaimana, kapan dan mengapa harus memangkas dan dengan mengikuti prinsip-prinsip sederhana, tujuan ini bisa dicapai.

Tujuan utama memangkas pohon hias dan peneduh termasuk juga hal keamanan, kesehatan dan keindahan. Pemangkasan bisa menstimulasi tumbuhnya buah dan meningkatkan nilai kayu. Memangkas untuk keamanan termasuk menghilangkan percabangan yang bisa jatuh dan menimbulkan luka atau kerusakan property, memangkas percabangan yang bertabrakan dengan garis pandang di jalan atau jalan masuk, dan menghilangkan cabang yang tumbuh dikabel-kabel utility.

Memangkas untuk kesehatan pohon termasuk menghilangkan kayu yang berpenyakit atau terinfeksi serangga, menjarangkan mahkota pohon untuk meningkatkan aliran udara dan mengurangi beberapa masalah hama, dan menghilangkan percabangan yang bersilangan dan bergesekan.

Pemangkasan sangat baik untuk menunjang pohon untuk mengembangkan struktur yang kuat dan mengurangi kemungkinan kerusakan selama cuaca buruk. Menghilangkan kayu yang patah atau rusak akan mengakibatkan luka pada kayu (callus) cepat tertutup.

Memangkas untuk tujuan keindahan yaitu untuk mempertegas bentuk natural dan karakter pohon atau menstimulasi pembentukan bunga.

Sebelum membahas bagaimana cara memangkas pohon yang benar, ada cara memangkas yang TIDAK BOLEH dilakukan terhadap pohon, yaitu memotong/memenggal batang pohon (topping off). Kita akan membahas hal ini lain kali.

Read more...

Tanaman Beracun

Saturday, January 31, 2009

gambar dari 34306489@N06. Inilah Nerium oleander (bunga mentega).

Hati-hati dengan tanaman disekeliling anda, bisa jadi beracun! di blog ini terdapat daftar 10 tanaman beracun yaitu daffodil (bakung), rhododendron dan azalea(rhododendron), beringin (ficus), oleander (bunga mentega), krisan, anthurium, mayflowers, hidrangea, foxglove dan wisteria.

Di Indonesia yang banyak terdapat disekitar kita adalah tanaman hias daun Dieffenbachia (bahagia). Getah daun dan batang Dieffenbachia berbahaya karena dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah serta kerongkongan bila mengenainya. Meskipun setelah beberapa waktu dapat pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, bahkan kematian apabila kejang mengganggu saluran pernafasan. Anak-anak dan hewan peliharaan rentan akan bahaya ini. Penyebabnya adalah banyaknya kristal kalsium oksalat di dalam sitoplasma sel yang disebut rafida dan berbentuk jarum.
gambar dari lynns


Alamanda (Allamanda cathartica) beracun pada buah yang matang atau getah tertelan akan menyebabkan mual, keram perut, demam, dan rasa haus.
gambar dari orientsea

Pohon yang beracun antara lain jarak, , bintaro dengan racun cerberin. Pohon saga tidak beracun tetapi saga rambat beracun.

Kembali ke masalah pohon sebaiknya pohon beracun tidak ditanam oleh pemerintah kota untuk menghindari masalah. Mengenai tanaman hias di rumah itu adalah hak masing-masing untuk tetap memelihara dan membeli karena keindahan bunga atau daunnya, tetapi nursery sebaiknya memberikan peringatan kepada konsumen mengenai tanaman yang beracun.

Read more...

Pohon jalan

Friday, January 30, 2009



gambar dari wvs
Jangan sampai semangat menanam pohon anda malah mengganggu. Pepohonan di kota memiliki syarat-syarat tertentu agar tepat guna dan tidak merusak. Misalnya pohon untuk ditanam dipinggir jalan, atau pohon jalan (?). Hal ini terutama harus diperhatikan oleh pihak pemerintah kota, tepatnya dinas pertamanan, untuk diinformasikan dengan jelas kepada seluruh warga, dengan mengeluarkan daftar jenis pohon apa yang disarankan untuk ditanam dipinggir jalan.

Pemilihan pohon yang salah dapat mengakibatkan masalah2
1. Keamanan lalu lintas
2. Bertabrakan dengan kabel listrik atau penerangan jalan
3. Kerusakan trotoar, saluran dan jalan
4. Memampatkan dan memecahkan pipa pembuangan
5. Mengganggu pejalan kaki karena percabangan terlalu rendah.
6. Beresiko bagi pejalan kaki (akibat kotoran dari buah dan biji)

Adapun karakteristik pohon yang tepat ditanam dipinggir jalan adalah yang seperti dibawah ini:
1. Berumur panjang untuk mengurangi biaya peremajaan dan berkesinambungan
2. Tahan kekeringan dan angin
3. Mudah dirawat, pohon tidak menjatuhkan buah atau biji ataupun membutuhkan pengairan atau pemangkasan berlebihan
4. Berakar dalam. Akar tunggang mengakibatkan lebih sedikit kerusakan dibandingkan akar yang menyebar.
5. Tidak terlalu tinggi.
6. Tahan penyakit dan polusi

Read more...

POHON....


gambar dari jessfortress

Pohon menurut wikipedia adalah tanaman tahunan berkayu. Lengkapnya...tanaman berkayu yang mempunyai cabang sekunder yang muncul dari cabang utama atau batang (trunk) dengan dominansi apikal jelas. Tinggi minimal saat dewasa berbeda-beda tergantung penulisnya, berkisar dari 3 hingga 6 meter, atau diameter batang sebesar 10cm.

Tanaman berkayu yang tidak memenuhi kriteria ini karena mempunyai batang yang banyak atau ukurannya kecil disebut semak (shrubs). Dibandingkan dengan tanaman lain pohon dapat mencapai usia hingga ribuan tahun dan dapat tumbuh hingga ketinggian 115m.

Hebat kan?

Hal lain tentang pohon adalah ia merupakan komponen penting dalam lansekap alami karena
1. dapat mencegah erosi
2. menyediakan ekosistem yang terlindung dari cuaca didalam dan dibawah dedaunannya.
3. memproduksi oksigen dan mengurangi karbondioksida di atmosfir. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh siapapun di dunia...
4. kemampuannya untuk menjaga suhu permukaan.
5. kayunya bisa untuk bahan bangunan
6. bisa sebagai sumber energi, untuk masak..masih dilakukan di negara kita.

Masih belum kenal pohon?

Read more...

Header Picture

from algo

Header Picture

  © Blogger templates Newspaper II by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP